Awalnya aku ngerasa hidup itu indah dan tidak ada konflik
yang begitu sulit. Ya memang awalnya. Semakin hari aku semakin sadar, ternyata aku
lah yang kurang peka. Peka terhadap orang-orang di sekitarku. Munafik memang
kalau aku berkata aku tidak pernah membenci siapa pun. Ya memang itulah
kenyataannya, dulu. Tapi sekarang semakin aku menjelajahi umurku, semakin
banyak tipikal manusia muncul dari bumi (?)
Sebenarnya
aku takut melangkah. Tapi sayangnya itu bukan pilihan , melainkan keharusan.
Karena dengan begitulah aku belajar untuk menjadi dewasa. Bagiku dewasa itu
ialah dapat memperluas pergaulan, memperbanyak prestasi, dan di terima oleh
orang-orang. Aku mencoba menjalaninya. Berhasil memang, tapi di lingkup
masyarakat. Dan lagi aku melakukan kesalahan. Waktuku tersita di luar rumah,
mungkin itulah yang jadi pemikiran ku saat ini.
Lagi-lagi
aku menemukan kenyataan bahwa aku ini belum dewasa, menyebabkan timbulnya
keegoisan dalam diri ini. aku ingin sendiri, di tempat yang indah, gak ada
siapapun yang bisa melihat bahkan mendengarkanku untuk sesaat. Di sana aku
ingin teriak, tertawa, menangis, bahkan kalau perlu aku menjerit sekuat kuatnya.
Ahhhk aku ingin sendiri hanya untuk sesaat. Membuat pikiran ini jernih.
Tipikal
manusia itu terbentuk dari sikap masyarakat di sekitarnya. Kalian harus ingat
itu. memang awalnya kalian akan mengatakan bahwa sikap itu berasal dari diri sendiri.
Tapi sikap yang kita tunjukan selama ini adalah sikap yang merupakan hasil
ciptaan lingkungan sekitar. Dan sikap dari diri sendiri akan muncul ketika
kalian sudah di penuhi oleh “cinta”. Cinta itu gak mesti berasal dari lawan
jenis. Tapi bisa juga dari orang tua kita, keluarga, pokoknya orang-orang yang
lebih banyak waktunya untuk kita. Mungkin itulah yang belum terpenuhi olehku.
Hingga aku belum menemukan makna dari kalimat itu.
Tapi
perlu di ingat, sesulit-sulitnya kita untuk menemukan jati diri. Kita tidak lantas
terjerumus pada hal-hal yang pastinya kita tau itu dilarang dan merugikan diri
kita. Kita masih punya Allah , Tuhan. Dia selalu ada untuk kita. Menjadi dewasa
itu tidaklah gampang, namun sebagai orang yang berpendidikan seharusnya kita
pasti sudah bisa membedakan hal baik dan buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar